Jumat, 19 Oktober 2012

Wartawan Purworejo Kutuk Kekerasan Terhadap Jurnalis


Puluhan wartawan di Kabupaten Purworejo menggelar long march, mengutuk aksi kekerasan terhadap jurnalis, Rabu (17/10). Mereka berjalan dan berorasi dari kawasan eks bisokop Bagelen, alun-alun, Kodim hingga gedung DPRD. Saat longmarch, peserta aksi semakin bertambah ketika mahasiswa dari PMII dan HMI Purworejo ikut bergabung.

Menurut koordinator aksi yang juga jurnalis Trans TV Heri Sugiarto, aksi itu digelar sebagai bentuk keprihatinan terhadap kekerasan yang dialami sejumlah wartawan saat meliput kecelakaan pesawat di Riau. "Kami prihatin dengan kekerasan yang masih saja terjadi dan menimpa rekan jurnalis. Padahal ada undang-undang yang melindungi kami dalam bertugas," katanya.

Selain berorasi, sepanjang jalan para peserta aksi juga memberikan bunga kepada anggota TNI dan warga di sepanjang jalan. "Kami bukan musuh, kami sahabat, jadi hargai tugas kami," tegasnya.

Kamis, 06 September 2012

Pelaku Pencurian Diterjang Timah Panas


Pepen (42) pelaku pencurian di rumah Bambang Ardianto warga Desa/Kecamatan Pituruh pada 21 Agustus 2012 lalu  terpaksa harus dilumpuhkan dengan timah panah oleh anggota Sat Reskrim Polres Purworejo lantaran berusaha melawan dan kabur saat hendak ditangkap belum lama ini.

Dari informasi yang dihimpun, penangkapan bermula saat polisi berhasil mengendus kedatangan pelaku di rumahnya. Polisi kemudian mendatangi rumah tersangka dan meminta agar menyerahkan diri. Namun himbauan petugas tindak diindahkan justru tersangka berusaha melawan dan meloloskan diri. Tak ingin buruanya kabur petugas kemudian melumpuhkan tersangka dengan menembak kaki kanannya.

Setelah berhasil diringkus tersangka kemudian dilarikan ke RSUD Saras Husada untuk mendapat perawatan medis. Kapolres Purworejo AKBP M Taslim Chaeruddin SIK MH saat dikonfirmasi sejumlah wartawan membenarkan adanya penangkapan tersebut. Dijelaskan, petugas terpaksa melumpuhkan tersangka kasus pencurian dengan pemberatan tersebut karena yang bersangkutan berusaha melawan dan kabur saat hendak ditangkap.

“Guna pengusutan lebih lanjut kini tersangka sudah diamankan di Mapolres Purworejo,” kata Kapolres. Tersangka adalah pelaku tunggal dalam kasus pencurian di rumah Bambang Ardianto. Dalam aksinya tersebut tersangka berhasil membawa kabur lima handphone, 88 gram perhiasan emas dan sejumlah uang tinai yang mengakibatkan korban menderita kerugian sekitar 50 juta.

Senin, 03 September 2012

Pegawai BKD Tewas Kecelakaan



Kecelakaan maut yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia terjadi di Jalan Raya Purworejo – Kutoarjo tepatnya di Desa Bayan, Kecamatan Bayan Minggu (1/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Korban meninggal adalah Joko Mulyono (47) warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Bayan, Purworejo. 

Korban merupakan pegawai negeri sipin (PNS) Badan Kepegawaian Derah (BKD) Kabupaten Purworejo. Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban yang mengendarai sepeda motor Honda Win dengan nomor polisi AA 9885 CC melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Purworejo menuju Kutoarjo. 

Sampai ditempat kejadian korban berusaha mendahuli mobil box di depannya. Pada saat bersamaan dari arah berlawanan melaju Bus Putra Remaja dengan nomor polisi AB 7018 AS jurusan Lampung – Yogyakarta yang dikemudikan oleh Waljono (45) warga Desa Mingguran, Yogyakarta. Karena grogi sepeda motor korban menyenggol mobil box hingga jatuh. 

Sementara Bus Putra Remaja yang melihat korban jatuh berusaha membanting stir ke arah kir hingga menabrak jembatan. Sedang mobil box yang tidak diketahui pemiliknya kabur begitu saja. Naas, tepat dibelakang Bus Putra Remaja ada truk kontainer dengan nomor polisi B 9963 SM yang dikemudikan Peang (40) warga Semarang. 

Akibatnya korban terlindas ban truk bagian depan dan tewas seketika ditempat kejadian dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Saras Husada Kabupaten Purworejo. Upaya evakuasi korban oleh petugas mengakibatkan kemacetan hingga sepanjang kurang lebih dua kilo meter. 

Kasat Lantas Polres Purworejo AKP Sutoyo yang berada di lokasi kejadian mengatakan belum bisa dipastikan pasti apa penyebab kecelakaan tersebut. Dikatakan, untuk pengusutan lebih lanjut kini pihaknya sedang memeriksa beberapa saksi. “Penyebab pasti kecelakaan sedang kami selidiki. Baik supir bus maupun kontainer sudah kami amankan,” jelas AKP Sutoyo.

Rabu, 22 Agustus 2012

Ditinggal Terawih Rumah Dibobol Maling


Musibah bisa menimpa seseorang kapanpun dan dimanapun. Tak perduli walau itu dalam puasa Romadon yang penuh berkah. Setidaknya hal itu menimpa keluarga Budi Santoso (50), warga Perumahan Tentara Pelajar RT 4 RW 7 Kelurahan Pangen Jurutengah Purworejo. Kamis (9/8) malam sekitar pukul 19.00 WIB rumah pensiunan pegawai PT Pos Indonesia ini disatroni tamu tak diundang alias maling. 

Sejumlah perhiasan dan mobil Avansa berhasil dibawa kabur maling. Akibat kejadian itu Budi Santoso menderita kerugian sekitar Rp 150 juta. Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan peristiwa bermula saat malam itu Budi Santoso pergi sholat tarawih di masjid tak jauh dari rumahnya. Sementara istrinya, Sri Asih (48) juga sedang pergi memeriksakan anaknya ke dokter. 

Sebelum meninggalkan rumah Sri Asih sudah mengunci pintu dan jendela serta pagar besi halaman. Selain itu almari tempat menyimpan perhiasan dan sejumlah unag keperluan lebaran juga sudah dikunci dan kuncinya dibawa. "Keluar rumahnya bareng. Suami ke masjid saya ke dokter memeriksakan anak," kata Sri Asih. 

Menurut Sri Asih,, saat meninggalkan rumah dirinya melihat ada orang sedang menelpon. Sedang di bawah gapura masuk perumahan ada dua orang duduk disamping sepeda motor. Namun karena tidak curiga dengan keberadaan orang-orang itu Sri Asih mengaku langsung pergi. Masih kata Sri, saat pulang dari dokter dirinya terkejut lantaran rumahnya sudah dikerumni orang banyak. "e tidak tahunya rumah saya di bobol maling," ungkap Sri sedih. 

Pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang tersebut masuk rumah korban dengan cara mencongkel pintu utama. Pelaku berhasil menggasak sejumlah uang, laptop dan perhiasan. Tak hanya itu saja, tamu tak diundang itu juga berhasil membawa mobil Avansa dengan nomor polisi AA 8488 DL.Ikut dibawa pelaku STNK dan SIM yang berada di dompet. Usai melakukan aksinya para pelaku kabur melalui garasi mobil. Saat ini kejadian tersebut sedang ditangani oleh aparat Polsek Kota Purworejo.

Luluk Fauziah Divonis Dua Tahun Penjara


Luluk Fauziah (38), warga Desa Triwarno RT 01 RW 02 Kecamatan Banyuurip dijatuhi humuan dua tahun penjara dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Purworejo Selasa (31/7). Guru cantik sebuah sekolah swasta di Purworejo ini dinyatakan bersalah dalam perkara penggelapan mobil rental.

Majelis Hakim yang diketuai Alex Pasaribu SH dengan hakim anggota Estafana Purwanto SH dan Ermila Widikartiawati SH juga menolak pledoi yang diajukan terdakwa pada sidang sebelumnya. Dalam pledoi itu Luluk mengaku dirinya juga menjadi korban dari Yayasan Amalillah tempat hasil penggelapan mobil rental.

Vonis yang dijatuhkan oleh hakim tersebut lebih ringan daripada tuntutan jaksa Jaksa Penuntut Umum Nur Laliy SH yang menuntut Luluk hukuman tiga tahun penjara. Atas putusan tersebut Luluk menyatakan pikir-pikir dulu. Seperti diketahui, luluk adalah tersangka penggelapan 26 mobil rental dari berbagai nerek seperti Xenia, Avansa, Luxio, APV, Visto dan lainya.

Dalam menjalankan operasinya Luluk tak hanya di Purworejo saja. Melainkan juga merambah Wonosobo, Yogyakarta dan Magelang. Modus oprandinya, Luluk menyewa mobil-mobil tersebut Rp 225.000 per hari. Selanjutnya mobil rental tersebut digadaikan dengan harga Rp 20 juta sampai 25 juta. Yang mengherankan, meski luluk tersangka penggelapan 26 mobil, namun dalam BAP barang bukti hanya dicantumkan tiga mobil saja. Sedang sisanya tidak jelas dan tidak pernah disebut-sebut.

Sabtu, 23 Juni 2012

Pelajar Tewas Akibat Tabrak Lari




Nasib tragis dialami oleh Heni Susanti (17) warga Dusun Bendosari RT 01 RW 06 Desa Mudalrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Pelajar sebuah SMA di Purworejo ini tewas mengenaskan setelah ditabrak mobil Kamis (21/6) sekitar pukul 03.00. Ironisnya, mobil yang tidak diketahui no pol dan pengendaranya tersebut justru melarikan diri dan membiarkan tubuh korban tergeletak begitu saja di jalan raya.

Dari penuturan sejumlah saksi di lapangan, peristiwa terjadi bermula saat korban yang mengendarai sepeda motor dengan no pol AA 6291 DL melaju ke arah selatan (Purworejo). Sampai di tempat kejadian, tepatnya di Jalan Raya Purworejo-Magelang KM 7 tepatnya di Desa Gembulan, Loano, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul sebuah mobil dengan kecepatn tinggi.

Mobil tersebut kemudian berusaha menyalip sepeda motor di depanya. Namun karena terlalu ke kanan mobil itu justru menabrak korban. Akibat benturan yang cukup keras korban terlempar dan terseret hingga beberapa meter. Korban tewas seketika di tempat kejadian dengan luka parah pada kepala bagian belakang, dada kanan sobek dan punggung remuk.

Sementara pengemudi mobil yang melihat korban tergeletak diam bersimbah darah kemudian kabur begitu saja. Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu kemudian membawa korban ke RSUD Saras Husada Purworejo. Kasus tabrak lari itu kini sudah ditangani polisi dan pengemudi mobil tersebut dinyatakan buron. 

Senin, 18 Juni 2012

Bupati Serahkan Santunan Kecelakaan Maut Desa Turus




Korban kecelakaan maut di jurang desa Turus Kecamatan Kemiri yang menewaskan 9 orang dan 8 lainnya luka-luka mendapatkan santunan/bantuan. Santunan/bantuan secara  langsung diserahkan oleh Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg dalam malam tahlilan di Masjid Jamiatun Muslimin Desa Turus, Rabu (13/6).
Hadir dalam pemberian santunan/bantuan yaitu Sekda Purworejo, Assisten III, Kadinas Disdukcapil, Kadinas Nakertransos, Ka Kesbangpollinmas, Kabag Kesra, Kabag Umum, Depag, PMI, Camat Kemiri. Pagi harinya Bupati juga menjenguk dan memberikan santunan korban luka di RSUD Saras Husada.
Santunan/bantuan yang diserahkan bupati berupa uang tunai per jiwa sebesar Rp.2.500.000 (bagi korban meninggal). Sedangkan bagi korban yang luka-luka dirawat di Rumah Sakit Saras Husada Purworejo dibebaskan dari biaya perawatan/pengobatan.
Sembilan korban meningal dunia yang mendapatkan santunan yaitu Tuwarno (63 tahun), Sudarminah (63 tahun) ini merupakan pasangan suami istri. Barsih (45 ) , Besar (70 tahun), Disem (70 tahun), Sukamin (70 tahun), Sumarni (50 tahun ) ketiganya satu keluarga,  Turiman (50 tahun ) dan Yatimah (70 tahun ).
Untuk delapan korban lainnya yang dirawat di RSUD Purworejo semuanya tidak dipungut biaya (gratis). Dan dari delapan yang dirawat yang sudah boleh pulang yaitu Hadi Nahrowi.
Sementara itu, Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Purworejo, melalui ketuanya yang juga Sekda Purworejo Drs Tri Handoyo MM juga menyampaikan bantuan makanan berupa beras dan mie kepada korban.
Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg dalam sambutannya menyampaikan ikut bela sungkawa atas musibah yang menimpa keluarga korban. Dan kepada korban yang masih dirawat, ia mendoakan mudah-mudahan cepat sembuh.
“Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat desa Turus, yang turut membantu penanganan musibah ini,“ imbuhnya.